Membuat Sendiri Rumah Kucing

Mei 17, 2011 pukul 7:03 am | Ditulis dalam Non-Technical Note | 3 Komentar

©Agus Sugiyono

Liburan panjang tidak selalu harus keluar rumah. Liburan Senin 16 Mei 2011 ini saya berusaha menyenangkan anak dengan berprakarya bersama membuat rumah kucing. Karya sederhana ini dapat menghilangkan kejenuhan anak untuk tetap tinggal di rumah. Disamping itu merangsang daya iimajinasi untuk bereksperimen dengan berbagai bentuk dan peralatan tukang.

Di rumah memang ada satu kucing jantan liar yang sering datang dan diberi makan. Lama-lama kucing tersebut menjadi jinak dan sering tiduran di depan pintu rumah. Timbul ide untuk membuatkan rumah kecil untuk istirahat kucing itu atau untuk berlindung bila udara sedang dingin. Kelihatannya anakku juga senang bila kucing tersebut sering berada di rumah.

Sketsa Rumah Kucing

Untuk membuar rumah kucing, pertama-tama dibuat dulu sketsa dengan pinsil di atas kertas, kira-kira bentuk yang diharapkan seperti apa. Secara sederhana bentuk rumah ditampilkan pada gambar di sebelah kirin ini. Setelah itu diukur kira-kira dimensi kucing kalau sedang tidur. Supaya kucing nyaman, diberi ruang yang sedikit lebar dan tinggi yang memadai. Untuk keluar masuk dibuatkan pintu yang mudah untuk dilalui.

Ukuran Rumah

Setelah kucing diukur kira-kira dimensinya seperti pada gambar di sebelah kanan ini. Ada 7 buah bentuk dasar, yaitu: sisi dasar bawah, sisi depan yang berlobang untuk pintu, sisi belakang, sisi kiri, sisi kanan, dan 2 buah atap. Perlu diperhatikan bahwa ketebalan bahan yang akan digunakan akan berpengaruh pada ukuran supaya hasil yang dibuat mempunyai presisi yang baik.

Peralatan yang dibutuhkan tidak terlalu banyak dan sederhana, yaitu:

Peralatan Tukang

1. Kayu tripleks
2. Gergaji tripleks
3. Paku tripleks
4. Kertas putih
5. Alat tulis atau spidol
6. Penggaris
7. Palu atau pemukul
8. Lem kayu
9. Cat kayu/besi beberapa warna
10 Kuas
11 Tinner / pengencer cat
12. Amplas

Pengecatan

Potong tripleks dengan menggunakan gergaji sesuai dengan ukuran yang sudah diperkirakan. Haluskan bekas-bekas potongan dengan menggunakan ampelas. Kemudian setiap bagian disambung dengan lem kayu. Supaya lebih kuat pada titik sambungan tertentu dipaku. Pada dasar bawah bisa ditambah dengan kayu siku-siku untuk memperkuat dasarnya. Setelah semua disambung dan membentuk rumah, diamplas sekali lagi supaya lebih rapi pada sambungan-sambungannya. Kemudian dilakukan pengecatan. Supaya merata, sebaiknya cat yang digunakan cukup encer. Bila cat tidak encer, bisa ditambahkan tinner/pengencer. Rumah bisa dihias dengan berbagai warna cat.

Rumah Mayki

Biarkan cat mengering pada suhu kamar, tidak perlu dijemur. Cat akan mengering sekitar satu jam. Setelah ini bisa dicoba apakah kucing mau tiduran di dalam rumah yang dibuatkan. Di dalam rumah dapat ditambahkan beberapa kertas koran supaya lebih empuk. he..he..

(Pamulang, 16 May 2011)

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Wah menarik sekali Pak, pecinta kucing rupanya hehehe..

    Salam kenal Pak, kebetulan kita punya bidang minat riset yg sama di pemodelan energi. Semoga ada kesempatan untuk berdiskusi bersama, maklum saya masih pembelajar dalam bidang tersebut.

    Salam

  2. Salam kenal kembali Pak Ery. Silahkan kontak bila ada perlu tentang model dan perencanaan energi.

    • Terima kasih Pak. Mungkin kalau ada kesempatan kita bisa berdiskusi dan berkolaborasi riset/menulis paper bersama


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: