Perbandingan Biaya Sosial Dari Pembangkit Listrik Energi Fosil dan Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan

September 10, 2013 pukul 10:00 pm | Ditulis dalam Paper | Tinggalkan komentar

Social Cost Comparison of Fossil Energy Based Power Plant and New Renewable Energy Based Power Plant

 
Agus Sugiyono, Perbandingan Biaya Sosial Dari Pembangkit Listrik Energi Fosil dan Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan, Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Energi Nuklir: Peran PLTN untuk Meningkatkan Kemampuan Teknologi dan Mendukung Pertumbuhan, hal. 358-364, ISSN 1979-1208, Batan, Jakarta, 2013.

 

ABSTRACT

 

Various studies show that long term power generation from fossil fuels (coal and gas) will dominate the electricity supply in Indonesia. This is because the primary consideration in the selection of plants is based on the least generation cost. Currently electricity generation from coal and gas has a lower cost than electricity generation from new and renewable energy (NRE). By comparing the generating cost it will always be seen that the power plant from coal and gas more competitive than the power plants from NRE. Developed countries that are already implementing sustainable development criteria, the selection of power plants is further enhanced with consider the social costs include explicit costs cost (generating cost) and external costs (environmental cost). Based on the literature study evaluated the social cost of both power plants that use fossil energy and NRE. Result from comparison of the social costs shown the power plant using NRE could be more competitive than using fossil energy. The selection of plants based on the sustainable development criteria can alter the dominance of fossil energy use for electricity generation, so the use of NRE may be improved.

ABSTRAK

Berbagai studi menunjukkan bahwa untuk jangka panjang pembangkit listrik dari energi fosil (batubara dan gas) akan mendominasi pasokan listrik di Indonesia. Hal ini karena pertimbangan utama dalam pemilihan pembangkit adalah berdasarkan biaya pembangkitan yang murah. Saat ini pembangkit listrik dari energi batubara dan gas mempunyai biaya pembangkitan yang lebih rendah dari pembangkitan listrik dari energi baru terbarukan (EBT). Dengan membandingkan biaya pembangkitan maka akan selalu terlihat bahwa pembangkit listrik energi batubara dan gas lebih kompetitif dari pada pembangkit listrik EBT. Di negera-negara maju yang sudah menerapkan kriteria pembangunan yang berkelanjutan, pertimbangan pemilihan pembangkit lebih ditingkatkan menjadi biaya sosial yang meliputi explicit cost (biaya pembangkitan) dan external cost (biaya lingkungan). Berdasarkan studi literatur dievaluasi biaya sosial pembangkit listrik baik yang menggunakan energi fosil maupun EBT. Hasil perbandingan biaya sosial ini menunjukkan bahwa pembangkit EBT bisa lebih kompetitif dari pada pembangkit fosil. Pemilihan pembangkit yang berdasarkan kriteria pembangunan yang berkelanjutan dapat mengubah dominasi penggunaan energi fosil untuk pembangkit listrik, sehingga penggunaan EBT dapat ditingkatkan.

Kata kunci: pembangkit listrik, biaya sosial

<Download full paper>

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: