Pengembangan Terpadu PLTA Mamberamo dan Industri Aluminium

Januari 27, 2014 pukul 11:29 am | Ditulis dalam Paper | Tinggalkan komentar

Agus Sugiyono, Pengembangan Terpadu PLTA Mamberamo dan Industri Aluminium, Jurnal Energi dan Lingkungan Vol. 9, No. 2, Desember 2013 Hlm. 73-78, ISSN 0216-9541, BPPT, Jakarta, 2013.

Abstract
Hydropower potential in Mamberamo river catchment area reaches 10,476 MW and the one which has the potential to be developed in advance is Edi Valen hydropower plant with capacity 630 MW. The hydropower generation is planned to supply electricity to the aluminum industry to process alumina into aluminum using imported alumina raw materials from Australia. Economy of an integrated hydropower plant and aluminium industry in Papua will be evaluated in this paper. Smelter production capacity is assumed 225 thousand tonnes per year with life time of 25 years and discount rate of 10%. The hydropower plant has installed capacity of 460 MW with electricity price of 5.37 cents US$ /kWh and transmission costs of 1.9 cents US$/kWh. Based on these conditions, the economic value of the aluminum industry can be determined. The estimation of the annual profits is 89.4 million US$ per year with an IRR of 22%, NPV of 853.5 million US$ and BEP after 8 years. When the electricity generating cost over 7.4 cents US$/kWh, the development of smelter industry is not feasible.

Key Words: Mamberamo hydropower plant, industry, aluminium smelter

Abstrak
Potensi tenaga air di DAS Mamberamo mencapai 10.476 MW dan yang berpotensi untuk dikembangkan terlebih dahulu adalah PLTA Edi Valen dengan potensi 630 MW. PLTA ini direncanakan akan memasok listrik untuk industri aluminium yang memproses alumina menjadi aluminium dengan bahan baku alumina yang diimpor dari Australia. Dalam makalah ini akan dievaluasi keekonomian dari integrasi PLTA dan industri aluminium di Papua. Kapasitas produksi smelter diasumsikan sebesar 225 ribu ton per tahun dengan umur operasi 25 tahun dan discount rate 10%. Pembangkit listrik yang dibutuhkan mempunyai kapasitas terpasang 460 MW dengan harga listrik 5,37 cent US$/kWh dan biaya transmisi 1,9 cent US$/kWh. Dengan kondisi tersebut maka nilai keekonomian industri aluminium dapat ditentukan. Keuntungan tahunan diprakirakan sebesar 89,4 juta US$ per tahun dengan IRR sebesar 22%, NPV sebesar 853,5 juta US$ dan BEP setelah 8 tahun. Bila biaya pembangkitan listrik di atas 7,4 cent US$/kWh maka pembangunan industri smelter sudah tidak layak untuk dikembangkan.

Kata Kunci: PLTA Mamberamo, industri, smelter aluminium

<Download full paper>

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: