My Pets: kucing

April 18, 2014 pukul 11:53 pm | Ditulis dalam Non-Technical Note | Tinggalkan komentar

Anakku, Sofia senang bermain dengan kucing. Waktu tinggal di Jambusari, Jogja sering membopong kucing hingga dilarang Bupuh dan disuruh membelikan boneka kucing. Pada bulan Agustus 2005 saya kembali menempati rumah di Pamulang Estate bersama anak dan istri. Di depan rumah sering ada kucing liar yang singgah, mengeong minta diberi makan. Sofia minta untuk memelihara salah satu kucing tersebut, akhirnya dipilih salah satu dan boleh diberi makan tetapi tidak boleh masuk ke dalam rumah. Dipilih kucing jantan yang warnanya cukup bagus dan diberi nama Tom.

BonekaKucing&Tom

Sofia, boneka kucing dan Tom

Tom tidak dapat lama kami pelihara. Suatu saat Tom tidak pulang dan ditunggu-tunggu tidak pernah datang lagi. Mungkin Ton sudah mati di suatu tempat. Untuk gantinya, Sofia memilih kucing jantan kuning yang masih agak kecil dan diberi nama Mayki. Mayki dibuatkan kandang kecil di carpot dan sering tidur di dalam kandangnya. Ternyata ada banyak kucing yang sering lalu lalang di depan rumah. Sofia dan teman-teman mainnya memberi nama hampir setiap kucing yang sering singgah. Ada Ketie, ada Safir, ada Si Putih dan lain-lain.

Sofia&Mayki

Sofia dan Mayki

Suatu ketika ada kucing yang bisu dan agak sakit berkali-kali bertandang di depan rumah. Karena kasihan kalau mati, akhirya diberi makan. Ternyata kucing ini tidak jinak. tidak mau dipegang dan mengeluarkan suara mendesis kalau didekati. Karena sering diberi makan lama-lama berani masuk ke carpot dan kita beri nama Spayki. Setelah beberapa bulan dipelihara akhirnya bisa mengeong meskipun sedikit dan kecil suaranya. Pernah pulang dengan luka seperti terkena tebasan sabit di dadanya. Ngeri juga melihatnya, tapi alhamdulillah setelah sekian lama dapat sembuh dan tumbuh bulunya lagi di bekas lukanya. Mayki dan Spayki tidak pernah akur, kalau berbarengan datang ke rumah tidak mau berdekatan. Spayki nasibnya seperti Tom, Spayki tidak bisa lama kami pelihara. Spayki tidak pernah pulang lagi.

Spayki

Kucing Spayki

Mayki paling lama kami pelihara, sekitar 7 tahun. Kalau ada kucing jantan lain mau bertandang ke rumah dianggap musuhnya, Mayki selalu nencegat di depan rumah dengan mengeluarkan suara yang tidak bersahabat. Kalau musuhnya kuat sering terjadi perkelahiran yang cukup mengganggu, apalagi kalau pas malam hari. Sering juga disiram air sama tetangga karena suara berisik yang ditimbulkan. Katanya, kucing selalu menandai rumah atau daerah kekuasaannya dengan mengencingi lokasi-lokasi tertentu. Mayki juga begitu, yang paling sering dikencingi adalah roda mobil ataupun roda motor yang parkir di carpot atau di depan rumah.

Berkelahi

Mayki berkelahi

Pada November 2013 kami pindah ke Vila Inti Persada. Dengan berat hati Mayki ditinggal di Pamulang Estate. Perilaku kucing memang tidak seperti anjing. Kalau anjing akan ingat terus pada majikannya, sedangkan kucing lebih ingat dengan rumahnya. Kalau saya bawa ke rumah baru, kasihan karena Mayki sudah terbiasa hidup lepas di sekitar rumah Pamulang Estate. Beberapa bulan setelah kami pindah, saya tengok Mayki masih kelihatan sehat. Selamat tinggal Mayki, semoga bisa bertahan di situ dan masih banyak tukang sayur yang sering kamu ikuti untuk mencari makanan.

(c) Agus Sugiyono

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: