Potential of geothermal energy for electricity generation in Indonesia: A review

Oktober 4, 2015 pukul 7:38 am | Ditulis dalam Paper | Tinggalkan komentar
Tag:

Nasruddin, M. Idrus Alhamid, Yunus Daud, Arief Surachman, Agus Sugiyono, H.B. Aditya, T.M.I. Mahlia, Potential of geothermal energy for electricity generation in Indonesia: A review, Renewable and Sustainable Energy Reviews, Vol. 53, January 2016, P. 733–740, Elsevier.

Abstrak

Energi panas bumi termasuk jenis energi terbarukan, yang berarti ketersediaan tidak terpengaruh oleh berkurangnya sumber dan kenaikan harga minyak berbasis fosil. Ramah lingkungan juga merupakan salah satu keuntungan dari energi panas bumi. Secara umum, tidak semua negara memiliki potensi energi panas bumi, hanya negara-negara yang dilalui oleh cincin api yang memiliki sumber daya energi panas bumi. Sebagai salah satu negara yang dilalui oleh cincin api dunia, Indonesia menyimpan potensi panas bumi, yang ditandai oleh adanya 117 gunung berapi aktif yang tersebar di seluruh negeri. Potensi energi panas bumi dI Indonesia diperkirakan sekitar 40% dari potensi energi panas bumi dunia atau sekitar 28.617 MW. Namun, hanya sekitar 4,5% yang sudah digunakan sebagai energi listrik di negara ini. Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik panas bumi. Pemerintah Indonesia merencanakan untuk membangun pembangkit listrik panas bumi hinggamencapai  9500 MW pada tahun 2025.

<Link ke Elsevier>

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: