Outlook Energi Indonesia 2015

November 3, 2015 pukul 9:42 pm | Ditulis dalam Book | Tinggalkan komentar

Agus Sugiyono, Anindhita, M. Sidik Boedoyo, dan Adiarso (Editor)Outlook Energi Indonesia 2015: Pengembangan Energi untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan, ISBN 978-602-1328-04-0, Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi, BPPT, Jakarta, 2015.

Cover BPPT OEI 2015Buku Outlook Energi Indonesia 2015 (BPPT-OEI 2014) mempunyai tema “Pengembangan Energi untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” bertujuan untuk memberikan gambaran tentang permasalahan energi saat ini, proyeksi kebutuhan dan pasokan energi, dan emisi gas rumah kaca (GRK) yang terjadi dalam kurun waktu 2013-2050.

Energi mempunyai peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Untuk itu, pengelolaan energi yang komprehensif menjadi kata kunci dalam mencapai pemanfaatan energi yang berkesinambungan, mulai dari sisi penyediaan, pemanfaatan, dan pengusahaannya agar terencana, rasional,  optimal , dan berkelanjutan.

Untuk mencapai hal tersebut diperlukan upaya agar Indonesia terlepas dari perangkap negara berpendapatan menengah atau “middle income trap” dan upaya mitigasi GRK melalui pemanfaatan energi terbarukan dan penggunaan teknologi efisien. Masalah middle income trap sering dihadapi oleh negara berkembang untuk meningkatkan pendapatan per kapita dari negara berpendapatan menengah menjadi negara dengan pendapatan tinggi. Menurut World Bank batas antara negara berpenghasilan menengah dan tinggi adalah 12,616 USD per kapita. Masalah mitigasi GRK adalah bagaimana memanfaatkan energi terbarukan dan teknologi efisien yang tidak berdampak terhadap peningkatan biaya energi.

Sehubungan dengan kondisi dan permasalahan tersebut, dalam Buku BPPT-OEI 2015 membahas 1 (satu) Skenario Pembangunan Berkelanjutan dan 1 (satu) kasus Baseline emisi GRK. Kasus Baseline merupakan kasus tidak adanya tambahan pemanfaatan energi terbarukan, teknologi efisien, dan/atau program yang menurunkan emisi GRK mulai tahun 2014 s.d. 2050.

Pada Pembangunan Berkelanjutan, kebutuhan energi (termasuk biomasa) meningkat dari 1.151 juta SBM (Setara Barel Minyak) pada tahun 2013 menjadi 1.988 juta SBM pada tahun 2025 dan meningkat menjadi 6.401 juta SBM pada tahun 2050 dengan laju pertumbuhan 4,75% per tahun. Pada Skenario Pembangunan Berkelanjutan, sektor industri merupakan konsumen energi komersial (dengan biomasa) terbesar yang pangsanya naik dari 37% (2013) menjadi 52% (2050). Sektor transportasi sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi menjadi konsumen energi terbesar kedua dengan pangsa 28% (2013) menjadi 29% (2050). Kemudian disusul oleh Sektor Rumah Tangga, Sektor Komersial, dan Sektor Lainnya dengan pangsa pada tahun 2050 masing-masing sebesar 9%, 6%, dan 4%. Peningkatan pangsa kebutuhan energi Sektor Industri dalam rangka mendukung peningkatan GDP untuk menyongsong Indonesia sebagai negara industri.

Namun demikian, Indonesia belum bisa lepas dari pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) karena BBM masih tetap menjadi jenis energi utama dalam memenuhi kebutuhan energi final dengan pangsa 35% pada tahun 2013 dan 38% pada tahun 2050. Beruntung bahwa subsidi BBM pada tahun 2015 hanya berlaku untuk minyak solar untuk transportasi darat (sebesar Rp.1.000/liter) dan minyak tanah untuk memasak di rumah tangga (wilayah yang belum tersentuh program substitusi minyak tanah dengan LPG). Penurunan pangsa BBM diikuti oleh peningkatan pangsa batubara (22%), gas bumi (15%), Listrik (19%), BBN (2%), dan sisanya berupa biomassa.

Total penyediaan energi primer untuk memenuhi kebutuhan energi Skenario Pembangunan Berkelanjutan meningkat hampir 8 kali lipat (tanpa kayu bakar) dengan laju pertumbuhan rata-rata 5,7% per tahun, dari 1.179 juta SBM (2013) menjadi 9.281 juta SBM (2050). Pada tahun 2050, Bauran energi primer pada tahun 2050 didominasi oleh batubara (45,5%), disusul oleh minyak bumi/BBM (27,7%), gas bumi (15,1%), dan EBT (11,7%).

Kondisi tersebut menyebabkan total produksi energi dalam negeri (fosil dan EBT) pada tahun 2031 sudah tidak mampu lagi memenuhi konsumsi domestik sehingga Indonesia akan menjadi negara “net importir energi”. Selain itu, Indonesia akan menjadi negara “net importir gas” pada tahun 2026. Ketergantungan impor energi yang tinggi dapat membahayakan ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, upaya-upaya diversifikasi energi, pembangunan infrastruktur energi termasuk kilang, maupun investasi untuk eksplorasi dan eksploitasi mutlak diperlukan. Selain itu, kebijakan ekspor gas dan batubara perlu ditinjau ulang dalam rangka mengamankan pasokan energi domestik di kemudian hari.

Penyediaan energi primer tersebut menghasilkan emisi GRK sebesar 3.984 juta ton CO2e atau menurunkan emisi GRK sebanyak 544 juta ton CO2e terhadap emisi baseline. Emisi GRK Skenario Pembangunan Berkelanjutan menghasilkan emisi GRK per kapita dari 2,16 ton CO2e pada tahun 2013 meningkat menjadi 12,13 ton CO2e/kapita pada tahun 2050. Peningkatan emisi GRK per kapita karena Indonesia sebagai negara berkembang masih memerlukan banyak energi sampai kebutuhan energi mencapai titik jenuh. DI sisi lain, emisi GRK per PDB mengalami penurunan dari 13,68 ton CO2e/miliar rupiah pada tahun 2013 menjadi 8,65 ton CO2e/miliar rupiah pada tahun 2050. Penurunan ini mencerminkan pemanfaatan energi yang efisien dan bertambahnya penggunaan energi terbarukan.

Penurunan emisi GRK dalam Skenario Pembangunan Berkelanjutan tersebut relatif terbatas karena pemanfaatan energi terbarukan mempertimbangkan potensi keekonomian pembangkit energi terbarukan sehingga pembangkit yang ‘dianggap’ akan menaikkan biaya sistem pembangkitan listrik setempat kurang mendapat prioritas.

Persoalan-persoalan dalam pengelolaan energi tersebut harus mendapat prioritas untuk dicarikan solusinya mengingat energi adalah sebagai salah satu faktor penggerak perekonomian nasional.

Tim OEI 2015

<Download Buku>

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: