Tari Kecak Uluwatu

Maret 22, 2016 pukul 10:24 am | Ditulis dalam Non-Technical Note | Tinggalkan komentar

Tari Kecak adalah jenis tarian Bali yang paling unik, dan tidak diiringi oleh alat musik / gamelan apapun tetapi diiringi dengan paduan suara sekitar 70 orang pria. Tari ini berasal dari tarian sakral (Sang Hyang). Pada tari Sang Hyang seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Pada tahun 1930-an mulailah disisipkan cerita epos Ramayana ke dalam tarian tersebut.

Lokasi dan Pemandangan di Uluwatu

Lokasi dan Pemandangan di Uluwatu

Cerita secara singkat sebagai berikut:

Karena akal jahat Dewi Kakayi, Ibu tiri Sri Rama, putra mahkota yang sah dari Kerajaan Ayodya diasingkan dari istana ayahandanya Sang Prabu Dasarata. Dengan ditemani adik laki-lakinya (Laksamana) serta istrinya (Dewi Sinta) yang setia, Sri Rama pergi kehutan Dandaka. Pada saat mereka berada dihutan, mereka diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana) seorang raja yang lalim, dan Rahwana pun terpikat oleh kecantikan Dewi Sinta. Ia lalu membuat upaya untuk menculik Sinta dan dibantu oleh patihnya Marica. Dengan kesaktianya Raksasa Marica menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian maka merekapun berhasil memisahkan Sinta dari Rama dan Laksamana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sinta dan membawanya kabur ke Alengka Pura. Dengan mengadakan tipuan ini maka Rama dan Laksaman berusaha menolong Sinta dari cengkraman raja yang kejam itu. Atas bantuan bala tentara kera di bawah panglima Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala raksasa Rahwana yang dipimpin oleh Menganada, putranya sendiri. Akhirnya Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.

Panggung Tari Kecak

Panggung Tari Kecak

Beberapa episode dari epos yang dipergelarkan:

Adegan I: Rama, Sinta dan Kijang Emas

Rama, Sinta dan Laksamana memasuki arena, lalu muncul Kijang Emas. Sinta meminta Rama untuk menangkapnya. Rama meningalkan Sinta yang dijaga oleh Laksamana. Tiba-tiba terdengar jeritan minta tolong. Menurut Sinta, itu pasti Rama, lalu menyuruh Laksmana untuk membantunya. Pada saat itu sebernarnya Laksmana enggan meninggalkan Sinta, karena ia ingat akan pesan kakaknya Rama untuk menjaga Sinta, tetapi karena dituduh hendak mencari untung atas kesulitan Rama, Laksamana naik pitam dan pergi meninggalkan Sinta seorang diri.

Awal Pertunjukan

Awal Pertunjukan

Adegan II: Sinta, Rahwana, Bhagawan dan Garuda

Rahwana muncul mau menculik Sinta namun tak berhasil, tetapi dengan akal jahatnya Rahwana berubah wujud menjadi Bhagawan (orang tua) yang sedang kehausan dan meminta diambilkan air oleh Dewi Sinta. Setelah dibawahkan air, lalu Sinta dibawa lari oleh Bhagawan tersebut yang sebenarnya adalah Rahwana. Sinta lalu menjerit minta tolong dan jeritannya tersebut didengar oleh burung Garuda yang sedang terbang diangkasa. Lalu Garuda menolong Sinta, namun pertolongannya tidak berhasil karena sayapnya putus ditebas oleh Rahwana. Sintapun dibawa kabur ke Alengka Pura oleh Rahwana.

Rama dan Sinta

Rama dan Sinta

Adegan III: Tualen, Rama, Laksamana dan Hanoman

Dengan ditemani abdinya, Rama dan Laksamana yang sedang tersesat di hutan Ayodya Pura, ingat dengan istrinya yaitu Dewi Sinta yang di bawa kabur oleh Rahwana ke Alengka Pura. Dengan bantuan Hanoman (si Kera Putih), Rama menyuruh Hanoman membawa cicinnya ke Alengka Pura untuk diberikan Dewi Sinta.

Hanoman Datang

Hanoman Datang

Adegan IV: Sinta, Trijata dan Hanoman

Dengan ditemani Trijata keponakan Rahwana, Sinta meratapi nasibnya di Taman Istana Alengka. Hanoman (si Kera Putih) muncul, dia berkata bahwa dia adalah utusan Sang Rama dan memperlihatkan cicin Rama yang dibawanya. Sinta lalu menyerahkan bunga untuk diserahkan kepada Rama dengan pesan bahwa agar Rama segera menyelamatkan dan Hanomanpun langsung pergi menuju ke taman Alengka Pura, lalu mengobrak-abriknya sampai tak berbentuk. Abdi Alengka Pura terkejut melihat keadaan yang sudah parah dan langsung menyuruh para raksasa untuk mencari si pembuat onar tesebut, dan Hanoman pun tertangkap lalu diikat dan dibakar. Namun karena kesaktiannya, Hanoman (si Kera Putih) akhirnya lolos dari maut.

Hanoman Dibakar

Hanoman Dibakar

Sumber: Sekretariat Tari Kecak Uluwatu, Jl. Raya Uluwatu Pecatu-Kuta, Bali

For reservation please call:
I Nyoman Adi Ardika: HP. 0816-297-032
I Nyoman Sudarta: HP. 0816-470-7984
I Nyoman Sukrasena: HP. 0812-399-0063 / 0361-709-976

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: